Selasa, 05 Juli 2011

Sehatnya Bertelanjang Kaki


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tanpa disadari modernisasi berdampak sangat besar pada cara manusia berjalan dan penggunaan kaki. Jalan-jalan yang tertutup beton juga mengubah permukaan tanah yang semula lembut dan tidak rata menjadi permukaan yang rata dan keras. Kemudian diciptakanlah sepatu. Hal tersebut merupakan langkah terakhir yang memisahkan manusia dengan bumi.
Sebagus apa pun pabrik menciptakan alas kaki, mereka tidak akan pernah bisa membuat alas kaki yang cocok dengan karakteristik kaki manusia. Para ahli bahkan menyebutkan sepatu yang diciptakan di zaman modern ini bukan hanya mengubah bentuk kaki tetapi juga membuat kaki lebih mudah cidera.
Menurut filosofi kuno, aliran energi atau Chi (disebut juga prana) dari bumi bisa kita serap secara otomatis melalui kaki. Dengan berjalan tanpa alas jumlah Chi yang diserap tubuh akan bertambah banyak.
Berjalan kaki tanpa alas merupakan salah satu dari latihan dasar cakra. Hubungan yang kita buat dengan tanah dari setiap jejak langkah membantu menyeimbangkan energi cakra sekaligus menguatkan kaki.
Menyerap energi merupakan salah satu dari sederet manfaat bertelanjang kaki yang perlu Anda ketahui. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan berikut, para ahli menyarankan agar kita berjalan kaki di permukaan tanah sedikitnya 3 kali dalam seminggu.
1. Pada musim panas, berjalan tanpa alas kaki memiliki efek mendinginkan tubuh, terutama berjalan menginjak rumput di pagi hari.
2. Saat kaki tidak dibatasi sepatu, kaki akan menghasilkan gerakan yang mengaktifkan otot-otot di kaki sehingga sirkulasi darah ke bagian jantung menjadi lebih lancar. Fungsi sirkulasi yang lancar ini bisa mencegah bekuan darah di kaki, mengurangi stres pada sistem kardiovaskular dan menurunkan tekanan darah.
3. Penggunaan sepatu terus menerus bisa membuat otot-otot kaki menjadi lelah. Biarkan otot kaki menjadi rileks dengan berjalan tanpa alas.
4. Berjalan tanpa alas kaki juga terbukti bisa mengatasi telapak kaki datar.
5. Berjalan kaki tanpa alas juga meningkatkan kontak secara langsung dengan alam. Hal ini bisa berpengaruh pada peningkatan level energi dan mengendurkan ketegangan.
6. Berjalan di permukaan tanah tanpa alas kaki juga membantu menguatkan struktur tulang kaki dan mencegah perubahan bentuk kaki.

Rabu, 08 Juni 2011

Air Mata


Kamu ga akan tau gimana tasanya sebelum kamu jadi aku. Memohon "sesuatu" dengan baik-baik dan akhirnya ditolak hingga mendapat omelan benar-benar seperti akhir !
Aku bukan tipe orang yang suka memberontak (bersnyukurlah dengan itu!) tapi aku hanya akan menangis sendiri di kamar saat malam hari tanpa ada orang yang tau dan begitu oagi datang, itu akan menjadi biasa saja seolah tak ada apapun yang terjadi. Tapi apa kau tau? Sakit hatiku tidak bisa dihilangkan dengan tidur semalam saja. Itu akan berlanjut dan mungkin tidak akan menghiraukanseseorang yang telah membuatku sakit hati hingga beberapa hari.
Apa itu dendam? Aku harap tidak, karena aku hanya sakit hati, tidak lebih.
okay, just it! :)

N.P.: susah mengendalikan emosi dan air mata

Selasa, 31 Mei 2011

My Boy's Too Popular



                Aku menangis tersedu di kamar. Di atas sebuah bantal berbentuk hati berwarna pink lembut pemberian Jonathan, pacar.. eum… mantan pacarku. Ia memberinya saat ulang tahunku yang ke 15. Dan sekarang aku menangis karenanya. Yeah, aku menangis karena seorang cowok yang sudah 2 tahun ini menjadi kekasihku.
                Aku putus dengannya. Sebenarnya terpaksa sekali aku ingin berpisah darinya, karena aku masih sangat mencintainya. Jonathan, atau simplenya Jo, adalah seorang artis muda yang namanya sedang naik daun. Ia banyak mendapat tawaran iklan dan film layar lebar, bahkan ku dengar saat ini ia ditawari untuk bermain dalam sinetron stripping.
                Aku merasa ia berubah. Well, bukan sepenuhnya salahnya. Aku memutuskannya karena para fans fanatiknya itu. Aku tidak sanggup lagi jika harus mendapat telepon misterius, atau kejadian janggal lagi, bahkan surat botol berantai yang berisi ancaman dan hinaan untukku. Sudah cukup.
                Tiga tahun yang lalu, aku kenal dengan Jo di perpustakaan kota. Saat itu aku sedang menekuni novel remaja ketika Jo menghampiriku dan bertanya letak buku sains yang memang terletak berlawanan arah dengan tempatku berada. Buku sains ada di lantai dua, sedangkan lantai tiga ini hanya berisi buku-buku fiksi. Saat itu dia polos sekali sambil menggaruk-garuk kepalanya. Ia kemudian beralih menuju lantai dua dan kembali ke lantai tiga sambil membawa beberapa buku sains. Jo meletakkan buku-buku itu ke mejaku dan tersenyum. Aku memandang heran wajahnya dengan tatapan maksudnya-apa-ini-?.
                Jo menjulurkan tangannya, “Hai, aku Jo. Namamu siapa?”
                Aku membalas uluran tangannya dan memperkenalkan namaku. Ia meminta aku mempersilakannya untuk duduk di sampingku. Aku mengangguk. Setelah selesai membaca novel, aku menuruni tangga dan bersiap pergi. Jo menawariku untuk mengantarku pulang. Sesaat aku ragu apakah harus menerimanya, karena  aku dan dia baru saja berkenalan. Dia berkata cepat dan berjanji tidak akan berbuat macam-macam kepadaku.
                Aku tersenyum mendengar penuturannya itu. Aku mengikutinya. Ia menwarkan untuk pergi ke kafe dekat perpustakaan dan aku membolehkannya. Kami duduk di dekat jendela. Jo orang yang menyenangkan. Ia pandai membuat orang merasa nyaman ketika berada di sampingnya. Kami pun saling bertukar cerita. Di penghujung waktu, aku harus pamit karena harus mengikuti les bahasa asing. Sebelumnya kami bertukar nomor telepon dan email.
                Setelah pertemuan pertama kami itu, kami sering janjian bertemu di perpustakaan atau di kafe biasa. Hampir satu tahun kami kenal, Jo mengajakku pergi ke sebuah restoran. Aku bertanya mengapa ia mengajakku ke restoran, bukan kafe tempat biasa. Jujur, saat itu aku sangat kaget dan senang sekali. Yeah, aku memang mulai menyukai sosok Jo. Dan syukurlah, perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan. Di restoran itu dia menyatakan cintanya padaku. Dengan sebuket bunga dan sebuah boneka beruang mini, ia benar-benar mencuri hatiku. Sejak saat itu kami jadian.
                Selang satu setengah tahun, ia memberitahuku akan mengikuti sebuah casting yang mencari bintang iklan laki-laki. Aku membolehkannya. Saat ia diterima casting, Jo langsung mengajakku untuk pergi ke Disneyland. Aku senang sekali. Kami mencoa beberapa permainan dan membeli gula-gula di sana.
                Sebulan berikutnya, ia ditawari untuk bermain film layar lebar sebagai peran pembantu. Aku pun membolehkannya. Aku juga datang ke studio untuk memberinya kue dan segelas teh, untuk menyemangatinya. Rupanya di sana telah berkumpul fans Jo yang ternyata sudah banyak dan… uhm.. kebanyakan dari mereka perempuan. Ada yang memintanya berpoto bersama, minta tanda tangan, dan … WHAT! Mencubit dan mengecup pipi Jo dengan gampangnya. Aku melotot meliha hal itu.
                Aku langsung pamit ingin pulang, padahal Jo baru saja ingin memintaku untuk melihat aksinya. Aku minta maaf padanya dan mengatakan aku sedang tidak enak badan. Jo panik namun aku meyakinkannya jika aku akan selamat sampai rumah. Di luar, aku bertemu dengan seorang gadis cantik, langsing dan tinggi. Sepertinya salah satu pemeran film juga. Dari wajahnya, ia terlihat jutek. Ia bertanya padaku ada hubungan apa aku dengan Jo. Dan dengan lancarnya aku bilang aku adalah kekasih Jo. Ia tertawa, mengejek. Ia malah mengataiku kalau aku tidak pantas sama sekali untuk Jo. Seorang kutu buku mempunyai kekasih seorang bintang yang tampan. Aku kesal. Aku langsung berlari pulang.
                Malamnya, Jo tidak sekaipun menghubungiku. Tidak menelepon ataupun mengirim SMS. Aku makin kesal. Esoknya ia berada di depan rumahku. Hari itu hujan dan Jo terlihat benar-benar basah. Aku mempersilakannya masuk dan memberinya pakaian hangat milik Edward, kakakku. Ia meminta maaf karena kemarin tidak mengantarku pulang, juga tidak memberi kabar sama sekali malamnya. Sangat sibuk, katanya. Aku memakluminya.
                Aku mengajaknya pergi ke perpustakaan besok, namun ia harus menyelesaikan filmnya. Aku kecewa, namun ia mengatakan aku boleh melihatnya. Aku juga bercerita bagaimana kesal dan cemburunya aku melihatnya dengan para fansnya. Ia tertawa kecil dan meminta maaf. Jo mengatakan jika para fans memang kadang terlalu over. Selama belum ada yang mencium bibir, tidak masalah kan, ucapnya. Aku tertunduk. Jo mulau berubah, pikirku.
                Melihat gelagatku yang aneh, ia mengecup pipiku dan memelukku. Ia mengatakan kalau ia tidak akan pernah berpaling ke gadis manapun. Hatinya telah terpaut padaku. Wajahku bersemu. Detik selanjutnya, aku merasakan bibirnya menempel di bibirku. Tidak lama, karena setelahnya telepon genggamnya berdering dan mengatakan ia harus segera tiba ke lokasi syuting. Aku melepasnya. Ia berganti pakaian dan langsung pergi setelah pamit denganku.
                Malamnya, aku mendapat telepon misterius. Suaranya serak sehingga aku tidak mengenal suara milik perempuan atau laki-laki. Yang jelas, ia berkata bahwa aku harus menjauhi Jo. Jika tidak, maka aku akan menyesal karena Jo mempunyai rahasia yang pasti akan membuatku menderita. Aku langsung membanting gagang telepon itu.
                Esoknya aku pergi ke studio untuk melihat peran akting Jo. Ia tak mengetahui aku akan datang. Rencananya aku akan memberinya surprise. Tapi ternyata, dialah yang sebenarnya memberiku surprise lewat adegannya di film. Tampak jelas di mataku, bibir Jo menempel di bibir seorang gadisyang kutemui kemarin! Jo tampak sangat menikmatinya. Aku shock. Tak lama, sang sutradara berseru”CUT!”. Ia sepertinya senang dengan adegan tadi. Aku berdiri mematung di balik kamera di sudut ruangan. Tasku jatuh dan menimbulkan suara yang lumayan berisik. Seluruh ruangan menatapku, include Jo. Dari air mukanya terlihat ia sangat kaget. Ia mendatangiku dan berusaha memberikan penjelasan, namun ku tepis dengan kasar.
                Aku memakinya dan pergi meninggalkannya. Ia berteriak ke arahku, aku mengabaikannya. Aku sakit, sakit hati. Sesampainya di rumah, aku mendapati sebuah botol minuman kosong. Di dalamnya terdapat sepucuk surat. Aku mengeluarkannya. Tercekat aku membacanya.
"KAU SAMA SEKALI BUKAN ORANG YANG PANTAS MENDAMPINGI JO!"
                Keesokan harinya, beberapa perempuan berada di depan pagar rumahku saat aku baru saja keluar dari rumah dan ingin pergi ke perpustakaan kota. Beberapa dari mereka membicarakan sesuatu, ada yang menatapku sinis. Sekilas aku dengar mereka membicarakan Jo. Kemudian salah satu dari mereka menghampiriku. Ia mengatakan bahwa aku sama sekali tidak serasi dengan Jo. Jo sangat sempurna tidak mungkin mau denganku yang hanya kutu buku.
                Aku bergegas pergi ke perpustakaan. Tidak tahan dengan semua hinaan mereka. Aku sedih. Di perpustakaan aku memilih duduk di pojok ruangan dan menghadap dinding. Aku menangis di sana. Bacaan yang aku pegang juga tak satu kata pun masuk di otakku. Aku kembali membuka surat botol yang memang ku bawa di dalam tasku. Semuanya karena Jo. Aku tidak sangup lagi bila aku harus menghadapi semua cobaan ini. Mungkin yang mereka katakana benar. AkuRegina Athalya, tidak pantas mendapat seorang kekasih seperti Jonathan. Ia terlalu sempurna. Seorang artis tidak akan pernah cocok dengan seorang kutu buku.
                Seseorang dari belakang mengambil kertas yang aku pegang. Jo.
                “Rupanya kamu di sini? Aku tadi mencarimu di rumah. Katanya kau pergi ke perpustakaan,” ucapnya. Ia membaca surat itu. Raut wajahnya tegang. Aku mengambilnya kembali. Dan mengatakan pada Jo, ku akhiri hubungan kami dengan alasan yang cukup kuat. Setelah itu aku berlari meninggalkan Jo yang berdiri mematung.
                Seharian ini aku menangis di kamar. Mengingat semua kenangan bersama Jo. Sarapan yang berada di hadapanku puntak kuhabiskan, padahal itu adalah makanan favoritku. Aku beranjak menuju layar televisi dan menyetel sebuah acara reality show. Mataku terpaut pada seseorang di sana. Jonathan Earst.
                “… Aku bukan orang yang sempurna. Karena tanpa kehadiranmu, jiwaku tak akan pernah utuh. Maaf kalau selama ini aku membuatmu sedih dan sakit hati. Aku pikir, dengan aku menjadi seperti aku yang sekarang ini, kau akan selalu melihatku saat aku tak bisa menemanimu. Semuanya sudah aku ketahui dan aku sudah memberitahu mereka bahwa kau akan tetap selalu menjadi kekasihku. Aku tidak peduli apakah kau seorang kutu buku sekali pun. Bagiku, kau tetap menjadi Regina Athalya, Regina yang aku cintai sampai kapan pun. Kalau kau mendengar dan melihat tayangan ini, aku ingin kamu keluar dari rumahmu dan sambutlah aku di luar…”
                Jo menyatakan cintanya di televisi!!! Dan.. hei! Latar belakang itu seperti aku kenal. That’s my home! Aku segera membuka pintu dan ku dapati Jo berada di saa memegang sebuah mikropon sedang disorot oleh beberapa kamera. Aku tercengang. Ku lirik lagi di tivi, siaran langsung! Jadi rumahku sedang ditonton oleh khalayak ramai?
                “Regina Athalya, aku tidak sanggup berpisah terlalu lama darimu. Aku tidak mau  kehilangan dirimu lagi. Jadi untuk detik ini juga, maukah kau kembali ke dalam pelukanku? Aku janji aku akan selalu membahagiakanmu,” tutup Jo.
                Aku terharu. Kemudian berlari menuju ke tempat Jo berada. Memeluknya seerat mungkin. Seorang narator kemudian bercuap-cuap di mikropon untuk menutup acara. Samar ku dengar ia menyebutkan ‘happy ending’. Aku bahagia sekali. Jo memang sempurna di mataku. Ia sangat romantis.
                Aku menyadari sesuatu. Cinta akan selalu ada. Sebanyak apapun rintangan, jika kita mau berusaha untuk menghadapinya maka ia akan berakhir dengan indah. Selanjutnya, jo semakin terkenal dengan tayangan realty show ini. Namun ia sangat meminta maaf karena ia harus meninggalkan perannyaseluruh perannya di dunia akting dan menjadi Jo yang biasa saja. Aku menangis saat itu. Ia melakukannya untukku?
                Satu bulan kemudian, Jo kembali menjalani rutinitasnya yang lama. Ia melanjutkan studinya di universitas. Fans fanatik Jo memang masih ada, walaupun ia bukan sebagai artis lagi. Aku tidak keberatan jika mereka belum rela sosok Jo hilang dari layar kaca. Karena nanti pasti ada saatnya semua itu berakhir. Dan tebak! Setiap hari, kami menghabiskan waku di perpustakaan dan kafe biasa. Aku senang, Jo sekarang kembali menjadi Jo-ku yang dulu. Karena ia akan selalu ada untukku.
                I love you, Jo…

Benarkah MSG Menambah Berat Badan?


TRIBUNNEWS.COM - Penelitian mengungkap penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG  juga dapat meningkatkan lingkar pinggang. Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan MSG lebih lebih mungkin kelebihan berat badan atau obesitas.Hubungan antara asupan MSG tinggi dan kelebihan berat badan setelah para peneliti menghitung jumlah kalori orang makan. Ka Dia, seorang ahli nutrisi di University of North Carolina, Chapel Hill, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa walaupun risiko kenaikan berat badan disebabkan MSG merupakan implikasi bagi kesehatan masyarakat yang besar.
"Semua orang yang kelebihan berat badan mengonsumsi MSG," katanya seperti dilansir dari Reuters.
MSG merupakan salah satu aditif yang paling banyak digunakan pada makanan. Meskipun cenderung lebih populer di negara-negara Asia, MSG ternyata juga digunakan di Amerika. Di negeri paman Sam ini MSG ditemukan dalam makanan olahan, seperti sup kalengan.
Asupan sehari-hari MSG di Amerika diperkirakan hanya sekitar setengah gram. Sementara Jepang dan Korea diperkirakan konsumsi MSG rata-rata 10 gram per hari.
Meski MSG dianggap aman, beberapa orang mengeluh sakit kepala, mual dan reaksi buruk lainnya.
Beberapa studi telah meneliti hubungan potensial antara MSG dan berat badan, dengan hasil yang bertentangan. Para ilmuwan telah berspekulasi bahwa orang dapat makan porsi besar makanan dengan MSG karena hanya selera yang lebih baik. Bukti lain menunjukkan bahwa MSG bisa mengganggu sinyal sistem dalam tubuh yang mengatur nafsu makan.
Dalam penelitian terbaru, yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mengukur asupan MSG langsung. Ditemukan, pria dan wanita yang makan MSG rata-rata 5 gram per hari adalah sekitar 30 persen lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan. Jika dibandingkan mereka yang mengonsumsinya sedikit yakni kurang dari satu gram-setengah hari ditemykan mereka tidak termasuk orang yang kelebihan berat badan.
Bagaimana sesungguhnya hubungan antara MSG dan berat badan?Dimungkinkan ada hubungannya dengan hormon leptin, yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ditemukan bahwa orang yang mengkonsumsi MSG lebih menghasilkan leptin lebih.
"Konsumsi MSG dapat menyebabkan resistensi leptin, sehingga tubuh tidak mendapatkan proses energi yang diterimanya dari makanan. Jadi, mengapa orang-orang yang makan MSG lebih bertambah berat badan terlepas dari berapa banyak kalori yang mereka konsumsi.
Pendapat ini masih juga diperdebatkan. Ivan E. de Araujo, sebuah Universitas Yale neurobiologi yang telah mempelajari dampak MSG terhadap leptin, tidak yakin dengan temuan baru.
Leptin dilepas oleh sel lemak, sehingga berat badan orang yang mereka memiliki leptin lebih dalam darah mereka, kata Araujo. Pengaruh MSG pada tingkat leptin, kemudian, hanya mungkin merupakan cerminan dari massa tubuh tumbuh.

Memilih Gaun Pesta yang Memukau


Akhir tahun pelajaran telah datang. Biasanya sekolah-sekolah mengadakan pesta perpisahan atau lebih dikenal dengan istilah prom night.
Pesta itu biasanya mengharuskan anak gadis mengenakan gaun pesta yang cantik. Berikut kiat dari Sheknows yang dapat membantu si kecil dalam memilih gaunnya.
Sesuaikan dengan karakter anak
Anak gadis memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang feminin, tomboi, pemalu dan sebagainya. Jangan memaksakan satu model yang Anda sukai kepadanya. Sebaliknya, pilihlah yang sesuai dengan karakter si anak. Jangan sampai anak Anda merasa tak nyaman selama pesta.
Sesuaikan dengan bentuk tubuh anak
Jangan lupa untuk menyesuaikan gaun pilihan dengan bentuk tubuh anak Anda. Pastikan gaun yang dipilih membuatnya nyaman dan merasa cantik. Tak ada salahnya untuk mengambil foto gaun tiap anak Anda mencobanya. Kalian berdua kemudian bisa membandingkan penampilan anak dengan foto tersebut dan memilih yang terbaik.
Datangi beberapa toko
Saat memilih gaun pesta, jangan terburu-buru. Datangilah beberapa toko untuk membandingkan model juga harga. Pastikan anak Anda mendapatkan yang terbaik.
Jika seluruh toko sudah Anda datangi, namun belum ada gaun yang cocok, Anda bisa pergi ke tukang jahit langganan dan membuat gaun sesuai keinginan anak. Ukurannya pun bisa sangat pas di tubuh. Tapi ingat, berilah waktu cukup kepada si tukang jahit. Paling tidak persiapkan bahan sebulan sebelum hari-H agar hasil jahitannya juga maksimal.
Selamat mencoba!

Stres Melemahkan Daya Tahan Tubuh


TRIBUNNEWS.COM - Di dalam dunia yang kompetitif ini, kita cenderung lebih mementingkan hal-hal yang dapat diukur dengan prestasi dan penghasilan. Tak heran jika hampir setiap hari kita bergelut dengan stres, meski faktanya stres akan merugikan tubuh. Berbagai studi menunjukkan stres terkait dengan berbagai penyakit orang modern, seperti jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, dan penyakit lain, termasuk impotensi.
Dalam riset terbaru ditunjukkan saat stres sistem saraf simpatetik akan mengeluarkan gelombang norepinephrine, yang merupakan respon melawan atau menghindar (flight or fight). Sementara itu bagian otak pituitari akan melepaskan hormon kortisol yang membanjiri aliran darah.
Pada dasarnya respon stres ini bertujuan untuk membuat kita siaga. Saat merasakan ada bahaya akan datang, misalnya ada mobil akan menabrak, tubuh akan melepaskan hormon stres sehingga kita lebih siaga, lebih gesit dan memiliki reaksi cepat sehingga kita bisa menghindar dari bahaya.
Tetapi tubuh tidak bisa membedakan ancaman fisik dan mental. Respon tubuh pada stres itu tidak banyak berguna saat kita mengalami tekanan mental. Sehingga saat kita panik dikejar deadline, reaksi tubuh akan sama seperti saat kita akan tertabrak mobil itu. Bila terjadi terus menerus, hal ini akan mulai menimbulkan masalah.
"Pada semua makhluk di planet ini, stres adalah krisis jangka pendek dengan respon menghadapi atau menghindarinya. Namun sebagai manusia saat kita duduk kita juga sedang didera oleh berbagai hal yang menimbulkan stres dan ini berlangsung hampir setiap hari," kata Robert Sapolsky, ahli neurologi dan penulis buku Why Zebras Dont Get Ulcers ini.
Ketika sistem tubuh terus menerus menghadapi reaksi stres yang timbul-hilang berulang kali, terkadang sistem kontrol menjadi tak terkendali.
"Sistem regulasi tubuh menjadi rusak. Pada awalnya hal ini akan membuat orang menjadi super reaktif pada insiden stres, tetapi terkadang setelah sekian lama sistem saraf menjadi kelelahan dan tidak mampu memberi respon dengan baik lagi," kata Nim Tottenham, psikolog.
Itu sebabnya "tentara" penjaga sistem imun menjadi lemah, sehingga virus atau bakteri dapat menyerang tubuh tanpa perlawanan.

Anak Bau Mulut, Normalkah?


TRIBUNNEWS.COM - Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya. Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.
Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.
Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.
Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.
Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.

Kenapa Wanita Lebih Cepat Dewasa?

TRIBUNNEWS.COM – Dibandingkan dengan kaum laki-laki, wanita memang lebih cepat dewasa. Wanita lebih mudah mengatur kesejahteraan psikologis mereka dibanding laki-laki setelah masa remaja. Peneliti dari Departemen Psikologi Univercity of Alberta, Kanada Nancy Galambos mencoba mempelajari bagaimana remaja usia 18 sampai 25 tahun melakukan transisi dari remaja ke dewasa.
Menurut penelitian tersebut dikatakan perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan rendah harga diri dibanding laki-laki seusia mereka.
Remaja merupakan tahap transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan dewasa secara penuh. Seiring bertambahnya waktu,
secara biologis mereka mengalami perubahan menjadi orang dewasa. Tetapi secara emosional bisa jadi tidak sepenuhnya matang.
Hasil lainnya menunjukkan, meskipun mereka sudah menjadi dewasa dan dihadapkan dengan keragaman pilihan hidup, wanita terlihat lebih mudah berdamai dengan diri mereka sendiri ketika menginjak usia 20-an.
Penelitian lainnya yang diumumkan dalam Journal Developmental Psychology menambahkan kalau kemampuan mengatur psikologis dalam diri wanita menjadikan wanita lebih mudah menerima kesetaraan gender yang biasanya bergejolak pada masa remaja.
Saat remaja laki-laki lebih membeda-bedakan mana yang memang pantas dilakukan laki-laki dan mana yang hanya pantas dilakukan oleh wanita.
"Fakta bahwa wanita muda lebih cepat dewasa dibanding laki-laki muda memang sudah sering kita dengar, tapi penelitian ini adalah kejutan yang bisa melengkapi cerita yang ada," ujar Galambos.

Minggu, 29 Mei 2011

Tegar - Rossa


Tergoda aku 'tuk berfikir
Dia yang tercinta
Mengapa t'lah lama tak nampak
Dirimu disini
Jangankan ingin ku tersenyum
Tak ada gairah
Kuingin s'lalu bersamamu

Kini ku resah...
Diriku lemah tanpamu
Oh... oh...

Gapai semua jemariku
Rangkul aku dalam bahagiamu
Kuingin bersama berdua selamanya
Jika kubuka mata ini
Kuingin s'lalu ada dirimu
Dalam kelemahan hati ini
Bersamamu... Aku tegar...

Aku tegar

Cintaku Hilang - Geisha

Seandainya bisa terulang kembali
Saat pertama bertemu antara kau dan aku
Kau sentuh jemari tanganku
Terbuai indahnya kata cinta terucap olehmu
Manis.. Manis yang ku rasa
Ku tak rela cintaku berakhir
Ku minta kau katakan cinta
Saat ku terjaga
Adakah kau rasa
Tak seperti diriku kini
Cintaku t’lah hilang
Sayangnya kini aku tak mengerti
Begitu berat rasa ingin memelukmu
Tapi ku hanya bisa mengingatmu
Karena kau tak pernah tau tentang rasa ini
Hilang.. Hilang yang ku rasa
Cintaku kini telah berakhir
Dirimu yang selalu temani hayalku
Tatap mataku
Rasakan tangisku
Agar kau tahu
Hoo…
Karna ku biasa denganmu dahulu
Di setiap waktu
Ku minta kau katakan cinta
Saat ku terjaga
Adakah kau rasa
Ku minta kau katakan cinta
Saat ku terjaga
Adakah kau rasa
Tak seperti diriku kini
Cintaku t’lah hilang
Hoo…
Cintaku t’lah hilang
Hoo…
Huu…

Menjaga Hati - Yovie and Nuno

masih tertinggal bayanganmu
yang telah membekas di relung hatiku
hujan tanpa henti seolah pertanda
cinta tak di sini lagi
kau tlah berpaling
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
reff:
biarkan aku menjaga perasaan ini, ohh
menjaga segenap cinta yang telah kau beri
engkau pergi, aku takkan pergi
kau menjaga, aku takkan jauh
sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
masih adakah cahaya rindumu
yang dulu selalu cerminkan hatimu
aku takkan bisa menghapus dirimu
meski ku lihat kini
kau di seberang sana
repeat reff
andai akhirnya
kau tak juga kembali
aku tetap sendiri
menjaga hati
repeat reff [3x]
sejujurnya diriku masih mengharapkanmu

Sempat Memiliki - Yovie and Nuno

Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku
bintang dilangit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini
andai kau tetap denganku
aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu
bintang dilangit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana
di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini
andai kau tetap denganku
aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu
engkau mengatakan merindukan diriku lagi
ingin kusampaikan ku tak hanya sekedar rindu
aku hancur ku terluka
namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku
bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu

Sabtu, 28 Mei 2011

10 Nasihat Orang Tua Bisa Bikin Kita Cantik Loh!


Terkadang kita merasa kesal dengan omelan orang tua, meskipun kita tahu maksudnya baik. Namun, ada baiknya kita lebih menuruti nasihat-nasihat mereka, karena beberapa di antaranya ternyata bisa membantu kita menjaga kecantikan. Apa saja?


1. "Jangan terlalu sering makan mie instan!"
Berbagai produk instan serta makanan cepat saji berpotensi membuat tubuh memproduksi lebih banya insulin. Insulin memicu androgen untuk memproduksi lebih banyak minyak. Hasilnya, wajah pun jadi lebih mudah berjerawat.

2. "Jangan cemberut!"
Selain tidak enak dilihat, sering cemberut (termasuk memicingkan mata saat menonton televisi atau saat bekerja di depan komputer), bisa membuat kulit dahi dan sekitar mulut jadi lebih cepat berkerut, membuat Anda terlihat lebih tua.

3. "Jangan merokok!"
Anda tentunya sudah tahu efek buruk merokok bagi paru-paru. Namun rokok pun terbukti mempercepat proses penuaan pada kulit, dan membuat warna kulit jadi lebih kusam.

4. "Rambut jangan menutupi muka!"
Terkadang kita malas merapikan potongan rambut sehingga selalu saja ada poni atau sejumput rambut yang jatuh ke wajah, menutupi mata. Potongan seperti ini biasanya dilarang di sekolah karena mengganggu penglihatan, namun ternyata membiarkan rambut menyentuh wajah bisa membuat kulit mudah berjerawat. Ingat, kulit kepala dan rambut adalah salah satu bagian tubuh yang menyimpan banyak minyak.

5. "Jangan gigiti kuku!"
Selain menjijikkan, kuku yang sering digigiti biasanya tak akan tumbuh dengan baik. Bentuknya tak enak dilihat, kuku jadi rapuh dan mudah pecah, Anda pun bisa lebih mudah terkena infeksi.

6. "Jangan begadang!"
Istilah "beauty sleep" muncul karena tidur cukup memang bisa membuat kita lebih cantik. Saat kita tidur, sel-sel tubuh bekerja menggantikan sel yang rusak hari itu. Jika kita tak tidur, proses penggantian sel pun terganggu. Selain itu, kekurangan tidur bisa membuat tubuh tertekan dan memicu timbulnya jerawat.

7. "Duduk yang manis!"
Sebagai wanita, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk duduk dengan manis, dan jangan menyilangkan kaki. Kebiasaan bersilang kaki (menumpukan satu kaki di atas kaki yang lain) ternyata bisa menyebabkan varises. Jika Anda sudah duduk lama di atas kursi dan mulai merasa pegal, silangkanlah kaki di bagian mata kaki, bukan di lutut.

8. "Jangan teleponan lama-lama!"
Membiarkan pipi Anda menyentuh ponsel (atau telepon rumah) terlalu lama, bisa menyebabkan jerawat. Bukan hanya karena banyak bakteri yang menempel di telepon, tapi juga karena berbagai faktor lain seperti gesekan dan hawa panas.

9. "Sebelum tidur, cuci muka dulu!"
Saat tidur, suhu tubuh kita meningkat, dan kulit wajah akan lebih mudah menyerap apa pun yang ada di permukaannya. Jika yang ada di permukaan wajah kita adalah minyak, debu, dan sisa kosmetik, kira-kira apa yang akan terjadi pada kulit wajah? Lebih baik cuci muka dan biarkan kulit menyerap krim malam selama kita tidur.

10. "Jangan mengucek mata!"
Kebiasaan ini bisa membuat pembuluh darah di dekat mata pecah. Akibatnya, di bagian putih mata akan muncul tanda merah yang tak akan bisa dihilangkan kecuali dengan laser. Selain itu, terlalu sering mengucek mata bisa membuat kulit di sekitar mata jadi kendur dan mudah keriput.

Awas! Kopi bikin Wanita Sulit Hamil!


TRIBUNNEWS.COM - Minum kopi membuat wanita lebih sulit hamil, sebuah penelitian menyebutkannya. Ini diperkirakan karena Kafein, yang terkandung dalam kopi merusak transportasi telur dari ovarium ke rahim, sebut para ilmuwan dari Amerika.
Penelitian yang melibatkan 9.000 wanita ini menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi sehari memotong kemungkinan hamil hingga seperempat kali.
Penyelidikan terbaru yang dilakukan pada mencit menunjukkan bahwa kafein menghambat kontraksi saluran tuba yang dibutuhkan untuk membawa telur ke rahim.
Kafein mengaktifkan sel-sel alat pacu jantung khusus di dinding tabung. Sel-sel gelombang koordinasi kontraksi tabung yang bergerak membawa telur menuju rahim.
Pemimpin studi Sean Ward, dari University of Nevada di Reno, AS, mengatakan temuan ini memberikan penjelasan menarik tentang mengapa wanita dengan konsumsi kafein tinggi seringkali memakan waktu lebih lama untuk hamil daripada wanita yang tidak mengonsumsi kafein. (*)

Rabu, 25 Mei 2011

Kesalahan yang Sering Kita Lakukan pada Kulit


Hal-hal berikut ini adalah sejumlah "pelanggaran" yang tanpa disadari sering kita lakukan pada wajah. Jika tak segera dihentikan, ia bisa merusak semua upaya kita dalam menjaga kecantikan. Apa saja?


1. Tak memakai sunscreen setiap hari
Sebenarnya kami sudah bosan mengulang-ulang hal ini, tapi masih banyak wanita yang menganggap sun screen bukan hal penting. Sekali lagi, ini tak ada hubungannya dengan kulit menghitam, tapi tanpa sun screen, kulit kita akan cepat rusak dan menua.

2. Memencet jerawat
"Nafsu" untuk memecahkan atau memencet jerawat memang susah dihindari. Tapi jika Anda tak mau jerawat itu bertambah parah dan meninggalkan bekas luka, jauhkanlah tangan Anda darinya. Untuk mengecilkan benjolan jerawat yang memerah, cukup kompres dengan handuk bersih berisi es.

3. Terlalu sering mencuci muka
Karena tak ingin berjerawat atau muncul komedo, Anda pun mencuci muka dengan sabun pembersih wajah setiap 4 jam. Akibatnya, kulit jadi kering, dan kulit kering menyebabkan iritasi serta tersumbatnya pori-pori. Pori-pori yang tersumbat, berpotensi memunculkan jerawat.

4. Tak menyadari punya kulit kombinasi
Anda mungkin tahu jika kulit Anda berjenis kering. Tapi banyak yang tak bisa membedakan kulit berminyak dengan kulit kombinasi. Kulit kombinasi hanya memilik minyak berlebih di daerah T (sekitar dahi dan hidung), sedangkan daerah pipi dan lainnya normal. Jadi, jika Anda berkulit kombinasi, aplikasikan produk untuk kulit berminyak hanya di daerah T saja, bukan di seluruh wajah.

5. Hanya melindungi wajah
Sunscreen tak pernah lupa dipakai di wajah sebelum ke luar rumah. Tapi jangan lupa, kulit tubuh pun memerlukan perlindungan dari sinar matahari, karena pakaian saja tak cukup. Kulit tubuh yang paling sering mengalami penuaan dini akibat sinar matahari adalah di sekitar dada, karena bagian inilah yang sering terlupakan untuk dioles sunbock.

6. Memakai produk yang mengandung emas atau metal lainnya
Krim malam yang mahal karena mengandung serbuk emas, bukan berarti efeknya bagus untuk kulit Anda. Menurut banyak dermatologis, krim yang mengandung emas dan bahan metal justru bisa menyebabkan dermatitis.

7. Tidur dengan wajah berkosmetik
Semua tahu bahwa pergi tidur saat wajah masih penuh make-up adalah larangan paling utama. Tapi ada satu hal lagi yang tak kalah penting: cuci muka di pagi hari. Meski Anda sudah mencuci muka sebelum tidur, Anda tetap harus membersihkan wajah setelah Anda bangun.

8. Merokok
Racun yang terkandung pada sebatang rokok menghambat aliran oksigen ke kulit, dan menyebabkan kulit jadi kusam. Merokok juga terbukti mempercepat timbulnya kerutan di sekitar mulut dan mata.

Siswa Jepang Paling Sopan di Dunia


REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.
Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.
Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik.
OECD menerbitkan analisis statistik perilaku yang dihimpun sebagai bagian dari penelitian internasional forum tersebut. Penelitian itu juga membandingkan kinerja sistem pendidikan.
Penelitian OECD mencermati tingkat gangguan yang terjadi di kelas dari segi berapa lama guru harus menunggu siswa usia 15 tahun ''menjadi tenang'' dalam proses belajar. Penelitian mendapati bahwa, meski banyak pihak merisaukan perilaku buruk, kemungkinan remaja gaduh dan berulah itu menurun jika dibandingkan dengan hasil analisis internasional serupa pada 2000.
''Keyakinan umum selama ini mempercayai disiplin siswa turun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Keyakinan tersebut juga mempercayai bahwa para guru kehilangan kendali atas kelas mereka. Namun, keyakinan umum itu keliru,'' kata laporan OECD. ''Antara tahun 2000 dan 2009, disiplin di sekolah ternyata tidak memburuk. Bahkan, di banyak negara disiplin siswa justru meningkat.''
Negara-negara dan kawasan di Asia menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga tempat teratas ditempati oleh negara di Eropa timur.
Dua sistem persekolahan Cina (Shangai dan Hongkong) berada di posisi empat teratas. Ini mencerminkan munculnya Cina sebagai adidaya pendidikan yang tengah bangkit.
Dalam hasil pengukuran penelitian terhadap keterampilan baca-tulis yang diterbitkan bulan Desember, sistem persekolahan Shanghai menempati posisi teratas di dunia. Dalam penelitian perilaku ini, Inggris menempati posisi ke-28 dengan skor yang menempatkan perilaku siswa Inggris di atas rata-rata. Posisi Inggris di belakang Amerika Serikat dan Jerman, tapi di atas Prancis dan Italia.
Peringkat pendidikan internasional hasil penelitian OECD ini menempatkan negara-negara Skandinavia di posisi bawah. Finlandia, yang biasanya berada di peringkat teratas urutan sekolah dunia, berada di tiga posisi terbawah. Hanya Argentina dan Yunani yang disebut mengalami gangguan lebih banyak di dalam kelas

Selasa, 24 Mei 2011

Resep Indomie Spesial Mentega


Bahan:
* Indomie rasa Kari Ayam
* Kornet Beef
* Telur ayam negeri
* Bawang Bombay
* Sosis beef
* Mentega Blueband
* Cabe rawit (Diiris kecil-kecil)
Cara Membuat:
1. Buka satu bungkus Indomie, pisahkan bumbunya.
2. Masukkan 2 sdm mentega kedalam wajan yang panas, kemudian bawang bombay yang telah diiiris dimasukkan, lalu masukkan telur yang telah dikocok sebanyak 2 butir (menurut selera).
3. Masukkan kornet kedalamnya sebanyak yang anda suka, berikut sosis yang telah diiris bersama dengan cabe rawit yang telah diiris, aduk hingga merata, diusahakan dengan api yang tidak terlalu besar.
4. Masukan Indomie yang telah dipisahkan tadi berikut dengan bumbunya, aduk terus hingga merata, lalu angkat dan hidangkan dapat pula diberi variasi dengan irisan tomat dan irisan timun

Resep Gulung Telur Sosis


Bahan-bahan:
6 buah sosis sapi
20 gr kembang tahu, rendam dengan air sebentar
1 butir telur dan 1/2 sdt garam untuk lumuran
1/2 sdt garam
1 butir telur dan 1/2 sdt garam untuk memanir
tepung roti yang kasar secukupnya
minyak goreng secukupnya
Dadar:
3 butir telur, kocok lepas
160 cc air
1/2 sdt kaldu bubuk
2 sendok makan minyak goreng
30 gram tepung terigu
garam secukupnya
Cara membuat:
Campur tepung terigu, kaldu bubuk, air, dan garam, aduk rata hingga kalis. Tambahkan dengan telur dan minyak goreng, aduk rata lagi.
Panaskan panci dadar ukuran 15 cm, olesi dengan sedikit minyak. Buat dadaran tipis, masak hingga matang, angkat, sisihkan. Lakukan pada semua adonan dadar.
Siapkan satu lembar dadar telur, tata sosis di atasnya, kemudian gulung dan rapatkan. Bungkus dengan kembang tahu yang telah dioles telur, lalu ikat ujungnya. Kukus sebentar, angkat.
Lumuri gulungan telur dengan telur kocok, taburi tepung panir. Goreng hingga matang, angkat.
Sajikan dengan saus cabai atau saus tomat.
Untuk: 5 porsi

Change of Me



                “Hai, Itik Buruk Rupa. Rupanya kau masih di sini?” Nabila, salah seorang teman sekelasku menyapaku saat aku masih di dalam kelas padahal bel pulang sudah setengah jam lalu berdering.
            Aku tersenyum, “Ya. Masih ada soal yang belum bisa aku kerjakan. Duluan saja.”
            “Siapa juga yang mau menunggumu?” ucapnya sinis dan berlalu pergi.
            Aku menarik napas dalam.
            Itik Buruk Rupa. Panggilanku saat ini. Aku tidak masalah dengan panggilan ini. Aku mengerti mengapa orang-orang memanggilku seperti itu. Simple. Fisikku jelek. Dengan kacamata tebal, rambut keriting kusut, wajah berminyak dan penuh nodaentah jerawat atau noda yang lain, juga karena warna kulitku coklat lusuh.
            Tak hanya itu, kata teman-temanku, pakaianku nggak up to date. Saat yang lain mengenakan pakaian sekolah junkies, aku tetap memakai seragamku dengan ukuran sedikit lebih besar dari badanku. Rok mereka yang biasanya di atas lutut, aku mengenakannya 5 cm di bawah lutut, juga kaos kaki yang biasanya mereka kenakan pas dengan mata kaki, aku mengenakannya hampir menyentuh lutut. Sepatu pantofel mereka berbanding terbalik dengan sepatuku yang hanya sepatu bertali biasa. Well, sepertinya tidak ada hal yang bisa diibanggakan dariku.
            Wait! Ada, tentu saja ada! Aku berprestasi! Walaupun jarang sekali menempati posisi rangking pertama, aku selalu kebagian tempat di posisi 2 ataupun 3. Dan paling jauh, aku hanya meleset ke peringkat 5. Kadang aku merasa bangga dengan otakku. Namun, tidak ada temanku yang peduli dengan peringkatku. Aku seakan tembus pandang bagi mereka. Yah, saat SMP seperti ini memang jarang yang peduli tentang prestasi, apalagi aku bersekolah di sekolah yang tidak terlalu tenar di kalangan pendidikan. SMPN 93 ini memang tidak terlalu terkenal. Padahal letaknya berada di tengah kota. Siswa-siswi di sini lebih mementingkan pakaian, mode, dan penampilan mereka. Tidak hanya perempuan, bahkan terkadang, cowok pun ada. Mereka merasa bangga akan penampilan mereka, padahal setahuku, mereka yang seperti itu, otaknya melempem!
            Pernah saat Sifa, salah satu temanku disuruh untuk mengerjakan soal bahasa Inggris yang menurutku mudah, ia hanya berdiri di depan kelas sambil garuk-garuk kepala dan tersenyum pasrah menatap guru. Juga saat Syelvi ditugaskan menjadi ketua di sebuah kelompok belajar dan saatnya ia harus berbicara di depan umum, ia malah kejang-kejang dan akhirnya pingsan. Padahal, Sifa dan Syelvi terkenal dengan kecantikan dan penampilan up to date mereka. Padahal pacar mereka cukup terkenal keren, cakep, dan tajir. Aku sih nggak tahu pasti, mereka pintar atau nggak. Menurut mataku, mereka itu adalah tipe-tipe cowok penyegar mata. Kalau aku jadi Sifa ataupun Syelvi, pasti aku akan berusaha untuk terlihat pintar di mata mereka. Cowok biasanya kagum sama cewek pintar.
            Aku melewati tepi lapangan basket menuju keluar sekolah. Mataku terpaut pada sosok tampan sedang mendrible bola dan melayangkan tembakan. Ploosh! 3 point shoot. Keren. Aku memandangnya sesaat. Kak Reno, adalah anggota sekaligus kapten tim basket SMA 23 yang terletak di sebelah SMPku. Orangnya keren, murah senyum dan baik hatikatanya. Aku belum pernah bertegur sapa dengannya. Melihatnya saja aku sudah menundukkan wajahku. Aku takut jika aku dikacangi olehnya.
            Seakan tersadar bahwa ada yang memperhatikan, Kak Reno menoleh ke arahku. Aku tersenyum tipis. Ia membalasnya. Waah, ternyata benar. Ia murah senyum! Aku kembali berjalan.
            “Hei!” panggilnya. Hah? Siapa yang dia maksud? Aku?
            Aku menoleh. Iya, dia sedang berlari ke arahku. Waah, ada apa ini? Aduh, aku jadi deg-degan nih! Apa dia ngajak kenalan? Haduh, bodoh! Nggak mungkin dia ngajak kenalan aku.
            “Saya?” tanyaku meyakinkan. Ia mengangguk dan menyerahkan sebuah jaket biru muda.
            “Jaketmu jatuh.”
            Aku mengambilnya, “Makasih, kak.”
            Aku kembali berjalan. Waaah, senangnya! Aku ngobrol dengannya! Vina Vinneke Annoyla ngobrol dengan Fahreno Arthur! Keajaiban. Hari ini tak akan aku lupakan seumur hidup. Temanku benar, Kak Reno adalah orang baik. Dan katanya, ia masih single. Apa ada kesempatan untukku? Hello! Impossible banget kan. Sang Pangeran jatuh cinta sama itik buruk rupa?
            “Vivian, ngapain kamu bengong. Nggak liat-liat jalan. Kalo nabrak gimana?” tanya Anjar menarik tas ranselku dari belakang.
            “Eh, Anjar! Sori, sori. Nggak lihat,” ucapku.
            “Ya sudah, yuk, pulang.”
            Aku mengikuti Anjar. Ia adalah temanku saat pertama kali masuk SMP. Sekarang ia duduk di kelas 3 SMA. Yah, beda 3 tahun sih. Nggak tahu kenapa juga kenapa Anjar mau aja temenan sama aku. Aku sih nggak keberatan. Tapi kan, Anjar itu lumayan keren juga. Yang aku denger sih, Valentine kemarin ia dikasih coklat banyak gitu sama temen ceweknya, entah yang dikenal dan nggak. Tapi dia malah ngasih coklatnya ke anak-anak jalanan di tiap lampu lalu lintas. Katanya sih, biar sama-sama ngerasain coklat.
            “Vi, besok nonton yuk? Ada film yang bagus loh. Film action gitu. Ada Jackie Chan juga. Mau nggak?” tawarnya.
            “Bayar sendiri-sendiri?” tanyaku. Yah, dengan nada harap-harap dibayarin. Hehe… Anjar berpikir sejenak.
            “Nggak, aku traktir deh. Memangnya kamu lupa, besok aku ulang tahun?” tanyanya.
            Aku menepuk dahiku pelan, “Oh iya! Aku lupa. Maaf, ya?”
            Anjar terlihat kecewa, namun aku mencoba merayunya dan berhasil. Ia nggak ngambek lagi. Waah, besok bisa nonton gratis nih. Hehe…
            Aku dan Anjar berjalan menuju tempat parkir studio. Filmnya bener-bener keren. Cara bela dirinya oke banget deh. Sepanjang jalan, aku dan Anjar mengulas tentang film itu. Nggak ada bosennya kami membicarakannya. Mulai dari latihanya, sampai tokoh utamanya mengikuti sebuah turnamen bela diri dan menang! Kami sama-sama menyukai film action yang ada teknik bela dirinya. Menurutku itu keren.
            Setelah nonton, kami menuju sebuah warung makan. Warung bubur ayam. Makanan favorit kami berdua. Aku mengeluarkan sebuah kotak dari tasku dan memberikannya kepada Anjar. Ia menerimanya dan tersenyum.
            “Aku nggak bisa ngebeliin kamu barang mahal. Jadi yang itu aja, ya.”
            Sebenernya aku nggak lupa ulang tahunnya. Aku sudah menyiapkan barang itu sejak 3 hari yang lalu. Sebuah syal hasil rajutanku. Aku memberinya warna putih dan abu-abu. Di musim hujan seperti ini, bagusnya kan pake yang hangat-hangat.
            Musim try out. Huuft, karena sudah kelas 3, aku harus menyiapkannya dengan sungguh-sungguh. Aku bertekad untuk masuk SMA 72. Salah satu SMA favorit. Semoga saja aku lolos nanti. Alasanku masuk sana juga, karena Robby, cowok yang aku suka ada di sana. Bagiku, ia sangat sempurna. Cowok cakep, populer, keren, dan baik banget. Aku kemarin nggak sengaja kenalan sama dia. Waktu lagi jalan ke sebuah pusat perbelanjaan. Saat aku mau mengambil lampu lava berwarna hijau yang ternyata hanya satu-satunya. Eeh, nggak tahunya dia juga mau ngambil itu. Tapi yah, seperti kebanyakan sinetron, dia ngasih lampu itu buat aku. Dari situ kami kenalan.
            Yah, cuma sekadar kenal nama aja. Ketemu pun kami jarang. Tapi nggak tahu kenapa, aku suka aja sama dia. Waktu dia mengulurkan tangannya buat kenalan. Jarang-jarang cowok cakep kayak dia mau kenalan sama aku, Si Itik Buruk Rupa. Makanya aku pengen lebih deket sama dia.
            Hari ini aku memutuskan untuk jalan-jalan ke mall. Aku mau refreshing. Masa iya belajar terus? Lama-lama aku bisa stress karena ujian. Aku memasuki sebuah kafe dan menuju meja yang masih kosong. Hei, bukannya di meja nomor 8 itu Robby? Aku tersenyum simpul dan berjalan menuju ke arahnya.
            “Robby,” sapaku.
            Robby menengok dan menatapku. Ia tersenyum tipis. Saat ia mau membuka mulut, seorang cewek cantik, tinggi, putih, dan langsing mendatangi Robby.
            “Siapa, Sayang?” tanyanya genit.
            Robby merangkul cewek itu, “Nggak tahu, Honey. Tiba-tiba dia nyamperin aku.”
            Aku mendengar hal itu langsung berkomentar, “Lho? Kita kan kemarin kenalan waktu beli lampu lava?”
            “Sayang, jangan bohong lho. Kayaknya dia serius kenal sama kamu,” si cewek berkomentar lagi sambil mengelus pipi Robby.
            “Nggak mungkin aku kenal laah. Sayang lihat nggak sih, dia ini kan penampilannya nggak level banget sama tipe aku. Masa iya aku kenal sama dia?”
            DOEEEENG!!!
            Bagai dijatuhi batu besar. Sakit banget deh dipermalukan gini. Apalagi sama Robby yang notabene cowok yang aku suka. Aku langsung berpura-pura minta maaf dan pulang. Hiks, menyebalkan sekali. Ternyata cowok itu semuanya cuma ngelihat dari fisiknya aja.
            Seharian aku menangis di dalam kamar. Mataku sepertinya bengkak. Pengalaman hari ini benar-benar membuatku membulatkan tekad. Aku harus mengubah sosokku. Mengganti pakaian goborku, melepas kacamataku dan mempermak wajahku!
            “Aku bakal jadi cantik!”
            “Maaf, tapi aku nggak ada rasa sama kamu. Maaf, ya?” ucapku saat menolak Kak Achmad, divo sekolah. Ia terlihat lesu. Kasihan sih, tapi mau gimana lagi? Aku kan emang nggak suka. Mulai awal aku masuk SMA sampe hari ini, ada saja yang menyatakan perasaannya padaku. Heran, padahal waktu SMP aku seakan invisible. Ternyata argumenku benar, cowok memang cuma ngelihat cewek dari fisik indahnya saja. Aku memang sedikit bangga sih, karena disukai oleh beberapa cowok. Tapi karena mereka cuma ngelihat dari luar, makasih deh!
            “Kamu jadi aneh.”
            Begitu yang diiucapkan Anjar saat ia menjemputku di sekolah. Aku menatapnya. Minta jawaban, kenapa dia bilang aku aneh? Apa pitaku miring? Atau bedakku belepotan?
            “Stylemu jadi aneh, Vivian. Bajumu terlalu sempit, ngelihatkan bentuk badanmu, tahu! Sudah gitu, kenapa rambutmu jadi kayak sapu ijuk gitu? Terlalu lurus itu nggak bagus. Dan juga, matamu. Contact lens itu bisa bikin mata tergores. Pake warna abu-abu pula. Vivian, Vivian,” komentarnya panjang lebar.
            “Kenapa sih, Njar? Kamu nggak suka ngelihat aku cantik? Nggak suka ngelihat aku seneng?”
            “Bukannya gitu. Senang itu kan bukan hanya dari berpenampilan cantik.”
            Anjar mengkhotbahiku panjang lebar. Berakhir dengan aku membanting pintu mobilnya dan berlari ke dalam rumah. Kenapa sih Anjar protes kalau aku berubah jadi cantik gini? Apa dia nggak suka ngelihat cewek cantik? Memangnya Anjar itu rabun, ya nggak bisa ngelihat cewek cantik? Ugh, aku benci Anjar. Aku nggak mau lagi diantar jemput sama dia. Huh!
            “Vivian, kenapa?” tanya Christin saat di kelas.
            Aku tersenyum, “Nggak apa ko, Tin.”
            Aku masih sebal dengan Anjar gara-gara kemarin. Dan karena itu juga aku harus naik bus ke sekolah. Hu-uh. Apa aku yang salah, ya? Tapi nggak bisa gitu juga dong. Setiap manusia kan mau berubah. Siapa juga yang tahan dengan sosok begitu dan selalu diejek? Pokoknya Anjar yang salah.Titik!
            “BRUUK!” Seseorang menabrakku saat aku melintasi ruang Kurikulum. Robby. Huh, mengingat insiden yang lalu, aku benar-benar masih sebal. Kulihat dia terperangah menabrakku. Ia mengulurkan tangannya untuk minta maaf. Entah kenapa, matanya tidak terpaut dari aku. Detik selanjutnya, dia ngajak kenalan.
            “Hah? Kamu Vina?!” terpancar ekspresi kaget dari wajahnya. Tak lama, ia ngajak ngobrol. Wah, senang juga, ya bisa ngobrol dengan cowok yang dulu kita suka. Apa aku masih boleh menyukainya lagi?
            Hari ini aku janjian dengan Robby untuk nonton film. Seneng banget deh. Oh, iya, kemarin aku dan Robby resmi jadi pasangan. Katanya sih, dulu dia bodoh pura-pura nggak ngenalin aku. Here, I am. Dengan sosok Vivian yang baru.Tak ada lagi baju gobor, kacamata tebal, rambut keriting, kulit gelap, dan noda di wajah. Metamorfosisku setelah 2 bulan perawatan teratur.
            Di dalam studio, kami memilih tempat duduk agak pojok, seperti pasangan lain. Film yang kami tonton saat ini memang nggak aku suka, film roman. Padahal tadi ada film action yang bagus, tapi karena aku pergi dengan Robby, pacarku, jadi nggak apa deh sekali-sekali. Film dimulai. Robby menggenggam erat tanganku dan tangan satunya lagi terkadang menyibakkan rambutku.
            “I love you,” katanya saat ia mendekatkan diri ke telingaku. Aku menjadi sedikit risih dan hanya tersenyum menanggapinya.
            Selanjutnya, tangannya mulai menggerayangi punggungku kemudian beralih ke paha. Igh, sumpah deh, aku nggak enak banget. Aku mendorongnya agak menjauh. Dia menanyakan kenapa, ku jawab simple, risih.
            “Kamu nggak sayang sama aku?” tanyanya berbisik dan mencium pipiku. Aku bingung. Aku jelas sayang sama dia, tapi nggak mungkin juga dong kalo nonton kayak gini. Anjar aja nggak pernah. Hei, kenapa Anjar? Jelas dia bukan siapa-siapaku.
            Robby kembali menarik bahuku dan menyandarkanku di dadanya. Aku mencoba kembali duduk tegak. Namun ia tak kehabisan akal. Ia mendekatkan kembali kepalanya dan mencium leherku! Well, satu adegan ini nggak bisa aku terima. Aku marah. Menamparnya dan berlari keluar studio. Padahal filmnya baru berjalan setengah jam. Ia mengejarku. Meminta maaf. Karena sayang, aku memaafkannya.
            “Robby!” seorang cewek datang. Ia bukannya cewek yang aku temui saat di kafe dulu?
            “Hei, sayang,” ucap Robby kemudian mencium leher gadis itu. Yeekh! Tapi,… Sayang?!?!
            “Kamu ngapain di sini? Cewek itu siapa?” Kamu selingkuh, ya, Honey?”
            “Nggak lah. Dia ini cuma adek kelasku aja. Dia ngajak nonton hari ini. Kan nggak enak nolak. Apalagi dia yang traktir,” Robby menatapku, “makasih, ya udah ditraktir.”
            Aku kaget, “Heh, cewek, kamu siapanya Robby?”
            “Aku? Pacarnya lah. Kami udah jadian 3 tahun dan besok hari jadi kami. Kamu siapanya?” cewek itu balik nanya. DOEEEENG!!! Dua kali dijatuhi batu besar oleh orang yang sama.
            “Asal kamu tahu, ya? Aku sama Robby baru jadian kemarin dan dia bilang dia tuh jomblo. Lagian hari ini dia yang bayar semuanya kok. Mulai makan sampe nonton. Bukan aku.”
            Beberapa pertengkaran kecil kami timbulkan. Dan berakhir dengan PLAK! PLAK! Di kedua pipi Robby. Robby ingin menjelaskan sesuatu tapi kami memotongnya dengan kata, “PUTUS!” Aku dan si cewek ber-toast ria, padahal kami belum saling kenal.
            Sudah satu minggu aku nggak ketemu Anjar. Kangen juga sih. Apa aku datang kesana aja, ya? Tapi masa aku minta maaf sama dia? Kalaupun iya, apa dia mau maafin aku? Apa dia masih marah sama aku? Kalo diinget-inget lagi sih, kemarin aku yang marah sama dia. Jadi aku harusnya gimana dong?
            “TING TONG!” bel rumahku berbunyi. Mama membukakan pintu. Siapa, ya? Aku menunggu mama memanggilku, namun tidak. Berarti bukan tamu untukku. Aku menuju cermin dan mendapati diriku di sana. Sosok cantik yang sekarang, sebenarnya bukan aku. Saat ini yang ada di cermin bukan aku. Entah kenapa aku jadi kangen dengan panggilan itik buruk rupa. Karena sosok Itik buruk rupa ini telah menjadi seekor angsa yang cantik dan menawan. Tapi penuh kepura-puraan. Aku menyembunyikan diriku dan memakai topeng orang lain.
            “Putri Angsa lagi bercermin, ya?”
            Aku menoleh, “Anjar?!”
            “Keluar dari sarangmu, gih. Kita ngobrol di taman.”
            Aku mengikutinya menuju taman. Anjar ngapain kesini? Apa dia kangen juga sama aku? Vivian, ini kesempatan untuk minta maaf.
            “Maaf, ya kalo ucapanku yang lalu bikin kamu marah,” ucapnya. He? Dia yang minta maaf? Anjar menjelaskan alasannya dari a sampai z. Wow, ternyata dia nggak mau aku terlalu larut dalam kesenangan. Ada kalanya seorang yang cantik itu harus menderita. Dan penderitannya nggak cuma diolok aja, bahkan lebih parah dari itu. Anjar nggak mau sampe aku terlalu larut dalam kesenangan dan ngelupain pelajaran. Yeah, memang prestasiku sedikit menurun karena waktu luangku aku gunakan untuk merias diri. Kami saling bermaafan.
            “Jadi aku harus ngubah diriku jadi yang dulu lagi nih?” tanyaku.
            “Nggak perlu. Kamu cukup jadi dirimu sendiri. Buatku, kamu tetep Putri Angsa kok.”
            “Yah, yah. Mulai ngegombal nih. Tapi jujur, ya. Aku nggak ketemu sama kamu selama ini tuh jadi kangeeeeeen banget.”
            “Oh, ya? Emang aku ngangenin sih. Hehe… Aku juga kangen kok sama kamu,” ucapnya. Aku tersenyum.
            “Aku juga sayang sama kamu,” sambungnya. Aku menatapnya. Well, Anjar punya mata yang teduh. Nyaman banget rasanya kalo sama dia. Apa aku …
            “Kamu mau jadi pacarku? Dari dulu aku sayang sama kamu, Putri Angsa. Aku nggak mau kalo kamu sampe salah langkah lagi gara-gara aku nggak di sampingmu.”
            Aku tersenyum dan memeluknya, “Ya.”
            “I love you, Vivian.”